Para Aktivis Ingatkan Gerakan 98 Harus Dipertahankan
Friday, May 4, 2018
Add Comment
Jakarta-Saukur Info
Otoritarian seperti yang terjadi
pada Pemerintahan Orde baru (orba) di era Soeharto sangat kejam.
Karenanya era demokrasi yang diperjuangkan gerakan 98 harus terus dijaga
agar tetap dalam koridor, dan Indonesia tidak kembali ke masa Orba.
"Ini pesan saya di usia lanjut, tolong pertahankan demokrasi,
konsolidasikan demokrasi, canangkan dengan baik, jangan kebelinger,"
ujar Jimmy Siahaan, aktivis 77 dan 78, dalam diskusi bertema "Gerakan
Mahasiswa dari Masa ke Masa" di Jakarta, kemarin.
Aktivis era 80, Fadjroel Rachman yang juga menjadi pembicara
menyampaikan, saat ini banyak rongrongan terhadap Republik Indonesia,
serta empat pilar utamanya, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka
Tunggal Ika.
Karena itu, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan
Undang-Undang Organsisasi Kemasyarakat (UU Ormas) untuk membubarkan
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tepat.
"Aku melihat yang paling berani bertindak terhadap bahaya bubarnya Republik Indonesia itu adalah Presiden Jokowi," katanya.
Fadjroel menyampaikan, jangan sampai Indonesia seperti Jerman, bahwa tumbuhnya Nazi akhirnya membubarkan demokrasi.
"Jadi melalui demokrasi mereka [Nazi] bubarkan demokrasi. HTI juga kan antidemokrasi," katanya.
Fadjroel menambahkan, kita harus mempertahankan Republik Indonesia, ideologi Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.
"Kan [HTI] kelihatan anti-ideologinya, anti-Pancasilanya. Anti-UU 45,
kelihatan dan itu bertahun-tahun kita dapat informasi, kelihatan sekali
kok, bahkan kita bisa baca di website-nya. Maka tindakannya harus jelas,
tidak boleh ragu-ragu," katanya.
Fajroel juga meyampaikan, bahwa Soeharto dan Orbaisme ini belum tuntas
sepenuhnya hal ini bisa dilihat dari upaya melanggengkan "keagungan"
Soeharto tulisan di truk "Piye Kabare, Enak Zamanku Toh? hingga
munculnya beberapa partai dari lingkungan Cendana.
"Jadi ideologi itu 20 tahun masih cengkaram, ditambah lagi dengan
ideologi yang dari luar atau transnasional dengan beragam isunya, ada
yang khilafah dan sebagainya," kata dia.
Diskusi yang digelar PENA 98 juga menghadirkan pembicara lainnya,
aktivis dari Universitas Airlangga Surabaya I Gusti Agung Putri, Aktivis
Forkot Reinhard Parapat, Aktivis Lintas Generasi (Tali Geni) Jeppri F
Silalahi, Ketua Jambore Mahasiswa se-Indonesia Septian Prasetyo, dan
Ketua Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) Jati
Pramestianto.
0 Response to "Para Aktivis Ingatkan Gerakan 98 Harus Dipertahankan"
Post a Comment
SILAHKAN BERKOMENTAR ASAL SOPAN